FENOMENA FILM ANIMASI DAN KOMIK DI INDONESIA


Film animasi atau di Indonesia biasa disebut dengan fim kartun merupakan suatu tontonan yang lekat dengan kehidupan anak – anak. Dari sekian banyak film animasi yang ada di Indonesia, salah satunya berasal dari negeri Sakura, Jepang. Karakter film animasi buatan Jepang ini biasanya lucu, imut dan menggemaskan sehingga terkadang menipu mata orang dewasa, sehingga otomatis mereka menganggap film tersebut diperuntukkan bagi anak – anak. Padahal sesungguhnya jika kita mau sedikit mencermati film – film animasi tesebut, akan jelas terlihat bahwa film tersebut bukan untuk anak – anak karena dalam film – film tersebut tidak jarang menampilkan adegan yang tidak pantas untuk dilihat oleh anak – anak. Memang tidak semua film menampilkan adegan itu dalam bentuk yang kasat mata, sering pula hanya adegan yang ‘menjurus’ yang terkadang tidak kita sadari (adegan seperti ini biasa disebut dengan fansercive), contoh cewek – cewek berbaju seksi dalam animasi One Piece dan kegenitan Sinchan. Akan tetapi, kita sebagai yang lebih mengerti, lebih nalar seharusnya tahu apa maksudnya agar kita tidak menjerumuskan anak – anak tersebut ke dalam dunia yang bukan merupakan dunia mereka.


Selain itu, fim – film animasi buatan Hollywood juga tidak kalah membahayakan karena kebanyakan dari film – film tersebut menampilkan adegan perkelahian, contoh Tom&Jerry. Mungkin bagi kita itu lucu karena secara pemikiran kita tahu bahwa itu hanya sekedar animasi yang tidak nyata. Tapi bagaimana dengan anak – anak? Apa yang mereka tahu? Mereka hanya menonton apa yang kita suguhkan pada mereka. Mereka belum bisa memilah dan memilih mana yang boleh dan tidak boleh dan mana yang pantas dan tidak pantas ditonton oleh mereka.


Jenis film animasi yang disuguhkan oleh Jepang dan Hollywood tersebut jelas tidak terlepas dari budaya mereka. Salah satu contohnya adalah Jepang. Jepang bisa dibilang sebagai negeri yang kaya akan karya animasi. Mulai dari acara televisi sampai produk makanan pun bergambar tokoh – tokoh yang lucu, imut, cantik, seksi dan menggemaskan untuk menarik konsumen. Jadi wajar jika film animasi pun banyak menampilkan gambar/adegan yang menaikkan adrenalin dan wajar pula jika sampai tengah malam pun, acara televisi berupa animasi. Jadi,-secara ekstrem-bisakah anda bayangkan jika acara televisi di tengah malam tersebut mampir di televisi Indonesia dan ditonton oleh anak – anak?


Untuk masalah komik juga tidak berbeda jauh. Apalagi komik yang membanjiri negara kita ini merupakan buatan Jepang, Selama saya menjadi penikmat komik jepang, saya bisa menghitung dengan jari berapa jumlah komik yang mungkin diperuntukkan untuk anak – anak. Mengapa saya mengatakan mungkin? Karena sepanjang pengetahuan saya, tidak ada komik yang sangat aman untuk dibaca oleh anak – anak, bahkan doraemon sekalipun yang notabene oleh orang dewasa dicap untuk anak – anak.


Jadi, sekarang tinggal bagaimana kita sebagai orang yang lebih mengerti dapat membimbing adik – adik dan anak – anak kita agar tidak salah memilih tontonan dan bacaan juga memberitahukan kepada sesama kita agar lebih mewaspadai apa yang jadi tontonan dan bacaan anak – anak.

Comments

Popular Posts